Seluruh Jatim Kini 100 Persen Zona Kuning Covid-19

berita terbaru nu kita
Poster Pengumuman Zona Kuning Covid-19 oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)
Kamis, 23 September 2021 - 10:37 WIB | Dilihat: 849

NUKITA.ID, SURABAYA – Penanganan Covid-19 di Jawa Timur kian menggembirakan. Kini seluruh kabupaten/kota di provinsi paling ujung timur Pulau Jawa itu sudah berstatus zona kuning, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Nasional per 22  September 2021. Artinya, seluruh daerah di Jatim 100 persen memiliki tingkat persebaran Covid-19 yang rendah.

Sebagai informasi, peta zonasi risiko daerah dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator-indikator yang digunakan seperti indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan.

Setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan. Hasil perhitungan dikategorisasi menjadi empat zona risiko, yaitu zona risiko tinggi (merah): 0 - 1.80, zona risiko sedang (oranye): 1.81 - 2.40, zona risiko rendah (kuning): 2.41 - 3.0dan , zona tidak terdampak (hijau): tidak tercatat kasus Covid-19 positif, dan zona tidak ada kasus : pernah terdapat kasus di wilayah tersebut namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terakhir dan angka kesembuhan ≥95 persen.

Atas capaian ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi gerak cepat dan kerja keras dari seluruh pihak, baik Forkopimda, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, tokoh agama, media ,sektor privat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peran aktif seluruh masyarakat Jatim yang telah bersama-sama kerja keras berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, 38 kabupaten/kota atau 100 persen daerah di Jatim dinyatakan oleh Satgas Covid-19 Nasional masuk risiko rendah (zona kuning). Capaian ini meningkat dari sebelumnya per 15 September 2021, sebanyak 37 kabupaten/kota di Jatim yang berada di zona kuning atau risiko rendah. Situasi seperti ini patut kita syukuri bersama,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (22/09/2021).

Ketua Umum PP Muslimat NU itu menjelaskan, mengetahui posisi zonasi sebuah daerah menjadi sesuatu hal yang penting saat ini. Karena perkembangan zonasi peta risiko Covid-19 menjadi salah satu acuan dalam menentukan tindakan dan kebijakan. Terlebih, adanya pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berahir, telah banyak membatasi dan mempengaruhi aktifitas masyarakat di hampir seluruh sektor.

Utamanya, di tengah masih diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di Jatim. "Setiap kebijakan atau pun tindakan yang akan diambil memang harus disesuaikan dengan level serta zonasi peta risiko sebuah daerah, selain posisi levelnya," tandas Khofifah.

 

Sumber: jatim.nu.or.id


Pewarta :
Editor :
Tags : , , , , ,

Comments: