Serukan Bahaya Hoaks dan Napza, Mahasiswa Unira Ajak Siswa SMK WD Turen Jadi Netizen Cerdas

Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat Malang (Unira Malang)mengajak dan mengingatkan para siswa di SMK Widya Dharma (WD) Turen tentang bahaya berita hoaks dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) pada acara Sosialisasi Hoax da

NUKITA.ID, MALANG – Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat Malang (Unira Malang)mengajak dan mengingatkan para siswa di SMK Widya Dharma (WD) Turen tentang bahaya berita hoaks dan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza). Sebagai pemuda harusnya menjadi netizen yang cerdas.

Hal itu disampaikan pada acara Sosialisasi Hoax dan Napza, Sabtu (25/5/2019) di halaman SMK WD Turen oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP-PAI) Unira Malang.

Salah satu dosen PAI Unira Malang, Yulianto MPd I menyampaikan kepada para peserta bahwa memang menyasar kalangan pelajar dan merupakan langkah awal untuk menangkis hoaks dan juga penyalahgunaan Napza.

"Yang saya sampaikan ini adalah konsep yang digagas oleh Kajian Islam remaja (KIR) dibawah naungan HMP PAI Unira Malang dan kebetulan kita awali di SMK WD ini," ujar Pria yang juga pernah menjadi Dosen di UIN Malang dua tahun lalu ini.

Sementara itu, Kepala SMK WD Turen, Wiwit Agustiono ST menyambut kegiatan positif yang digagas para mahasiswa Unira Malang ini. "Kami keluarga besar SMK WD Turen sangat senang dengan kegiatan semacam ini. Apalagi ini digagas oleh para mahasiswa-mahasiswa dari Unira Malang yang luar biasa," ungkapnya.

Melanjutkan sambutannya, Wiwit menambahkan bahwa hal semacam ini harus dikenalkan sejak dini karena masa depan siswa ini masih panjang. "Prestasi-prestasi di bidang lain masih menunggu mereka."

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pagi tersebut diakhiri dengan tausyiah oleh Ketua Program Studi Perbankan Syari’ah Unira Malang, Fachrurrozi dengan pesan bahwa menjalankan puasa bukan rutinitas belaka tapi menjadi sebuah ibadah yang harus ditekuni karena menjadi salah satu rukun islam.

"Orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh akan meraih prestasi yang baik dihadapan Allah dan makhluk-Nya sekaligus mendapatkan predikat Islam yang sesungguhnya seumpama hewan, puasanya ulat yang menjadi kepompong yang akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah dan anggun dipandang mata," jelasnya. (*)

Berita Lainnya

berita terbaru
Meneguhkan Aswaja

Jawara NU Award Pulang Bawa Mobil dan Motor

02/07/2019 - 15:18

berita terbaru
Komitmen PKB

Caleg PKB Tidak Akan di Lantik Sebelum Ikut PKPNU

02/07/2019 - 06:18

Comments